Tampilkan postingan dengan label oli rem cakram. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label oli rem cakram. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Februari 2021

cara mengecheck minyak rem mobil motor


trik periksa kualitas oli rem mobil dan motor





rem merupakan bagian terpenting yang harus selalu di perhatikan, karena bagian ini adalah bagian yang sering di pakai. banyak kasus terjadi rem blong, yang mengakibatkan tewasnya pengendara adalah bukti jika bagian ini tidak di rawat atau digunakan dengan baik.





salah satu cara yang di pakai untuk merawat rem cakram adalah dengan memeriksa kualitas oli rem, jika oli sudah tidak layak di pakai, ada baiknya anda segera menggantinya.





baca : perbedaan oli irem cakram dot3 dan dot4.





saat kita melakukan pengeraman di rem cakram atau jenis rem yang memakai oli rem, maka gesekan antara kampas rem akan menghasilkan panas. panas ini secara langsung akan membuat oli rem seperti di rebus.





nah, seiring berjalanya waktu karena penggunaan, oli rem akan tercampur dengan air ( H2O ), untuk kadar air yang di perbolehkan bisa di lihat seperti gambar di bawah ini :





  • Jika kadar air di dalam oli cakram di bawah 1% , berarti oli masih aman.
  • Jika kadar air di dalam oli cakram dari 1% hingga 2%, masih layak, dan periksa kembali 6 bulan.
  • Jika kadar air di dalam oli cakram kisaran 2% hingga 3%,sangat di rekomandasikan untuk mengganti oli.
  • jika kadar air lebih dari 4%, ini menandakan rem anda sangat berbahaya.




nah, untuk melakukan pengetasan ini, saya akan menggunakan alat yang bernama brake fluid tester. untuk tampilanya bisa di lihat seperti gambar di bawah ini :









alat ini punya tampilan lampu, yang nantinya akan menunjukkan kadar air yang terkandung di dalam oli rem. untuk cara penggunaanya juga cukup mudah, kia hanya perlu menyelupkan sensor ke dalam oli rem cakram, seperti gambar di bawah ini :









untuk videonya, teman - teman bisa menontonya di bawah ini :










Selasa, 21 Mei 2019

Penyebab rem blong saat jalan turun panjang


Rem bisa blong saat turun gunung, kenapa bisa.??





tokopuas.com - saat kendaraan menuruni turunan yang panjang dan tajam, dan mengharuskan rem untuk selalu digunakan , kemungkinan akan terjadi kecelakaan yang di akibatkan rem blong.





Standard rem kendaraan bermotor di indonesia adalah bagian depan memakai rem cakram sedangkan bagian belakang menggunakan rem tromol. Rem cakram dan rem tromol mempunyai kelebihan dan kekurangan..









Nah, saat menuruni jalanan turun, rem tromol tidak akan mampu mengurangi kecepatan laju kendaraan, jadi harus di kombinasikan dengan rem cakram depan.





baca : perbedaan jenis oli rem cakram dot3 dan dot4.





Gesekan kampas rem cakram dan piringan cakram akan menimbukan panas. Semaki lama bergesekan, panas akan semakin tinggi. Jika panas mencapai titik didih maksimal oli rem cakram, maka oli rem akan langsung menguap, dan membuat rem cakram tidak berfungsi.dan terjadilah rem blong.





Nah, dari kesimpulan di atas, ada beberapa hal yang bisa di lakukan untuk mencegah terjadinya rem blong saat menuruni jalan turun.





1. Bawalah air untuk menyiram caliper dan piringan rem cakram. Hal ini untuk mendinginkan atau menghilangkan panas.





2.jika tidak membawa air, berhentilah sejenak untuk membuat caliper dan dish menjadi lebih dingin. Dan jika caliper dan piringan sudah menjadi lebih dingin. Perjalanan bisa di lanjutkan lagi.





semoga tulisan ini berguna dan bermanfaat.. jangan lupa like dan share...





.


Senin, 20 Mei 2019

Perbedaan oli rem cakram dot3 dan dot4


cara memilih oli rem cakram kendaraan





tokopuas.com - system rem cakram pada sepeda motor menggunakan cairan yang digunakan untuk mendorong kampas rem. Kampas rem yang menekan piringan cakram akan menghentikan pergerakan.









Nah, cairan yang di gunakan untuk rem cakram ada yang memakai dot3 dan dot4. Jenis dot4 dan dot3 mempunyai perbedaan yaitu bahan yang digunakan dan titik didih.





baca : cara merawat rantai motor.





Tapi, yang harus di perhatikan, jika rem cakaram anda merekomendasikan cairan DOT3 maka gunakan yang sesuai, jika mengisinya tidak sesuai yang di rekomendasikan, bisa berpotensi merusak komponen rem cakram.





Perbedaan dari segi suhu, cairan DOT3 mempunyai titik didih maksimal 245 derajat celcius, sedangkan DOT4 mempunyai titik didih maksimal 255 derajat celcius. Nah, dari titik didih, Oli DOT4 lebih baik untuk di gunakan.





Kekurangan oli cakram DOT3 adalah bisa tercampur air sebesar 3% saat di gunakan dalam tempo waktu 1 tahun, air ini bisa datang dari penguapan atau pengembunan yang terjadi. Efek tercampurnya air kedalam oli rem, akan membuat titik didih DOT3 Menurun menjadi 145 derajat celcius.





baca : penyebab rem motor blong saat turun gunung.





Saat kampas rem bergesekan dengan piringan cakram/dish, proses ini akan menimbulkan panas. Panas juga akan mempengaruhi oli rem cakram. Semakin lama kampas dan piringan bergesekan, panas yang di hasilkan juga akan semakin tinggi..





jika panas yang di hasilkan mencapai titik didih maksimal oli rem cakram, maka oli rem akan menguap, karena air menguap, tekanan ke kampas rem akan hilang , dan akhirnya rem cakram akan blong, atau rem tidak berfungsi...





Nah, dari alasan di atas, jika rem cakram yang anda gunakan merekomendasikan memakai oli DOT4 , maka gunakanlah oli cakram DOT4 ... semoga tulisan ini berguna dan bermanfaat...